PELATIHAN RELAWAN HIV&AIDS REMAJA

Jun 22nd, 2009 by admin


MBM Hall, 22-23 Juni 2009

Dalam upaya penanganan dan penanggulangan penyebaran HIV&AIDS di Indonesia, khususnya di Bali, Yayasan Maha Bhoga Marga kembali menyelenggarakan Pelatihan  Relawan HIV&AIDS dan kali ini bekerjasama dengan Sekolah Menengah kejuruan (SMK) Wira Harapan. Acara pelatihan relawan ini dibuka oleh Pdt.Nengah Suama, Direktur Yayasan maha Bhoga Marga. Dalam wejangannya pada sesi pembukaan, beliau menekankan pada merebaknya jumlah penderita HIV&AIDS di Bali dalam beberapa tahun belakangan ini, dan remaja diharapkan menjadi awal dari segala upaya pencegahan penyakit ini. Dalam sesi selanjutnya, sesi ini diisi dengan interaksi antara remaja peserta pelatihan dengan dr.Luh Debora Murthy, Sekretaris Bidang Kesehatan yayasan MBM dan motivator dalam acara ini. Salah satu hal yang meanrik dalam acara ini karena semua peserta datang untuk mengikuti pelatihan atas inisiatif sendiri. “Ini merupakan salah satu indikasi yang baik dalam upaya pencegahan penyebaran HIV&AIDS. Dengan bertambahnya pengetahuan remaja mengenai HIV&AIDS, diharapkan mereka akan menghindari perilaku hidup yang beresiko” demikian imbuh Dokter yang telah 10 tahun mengabdi untuk MBM ini.

Sebanyak 18 orang peserta hadir dalam pelatihan ini. Selama dua (2) hari (22-23 Juni 2009), peserta pelatihan akan mendapatkan materi mengenai kesehatan reproduksi pria dan wanita, pengetahuan dasar mengenai HIV&ADIS, cara-cara dan media penyebarannya, serta resiko penyakit yang bias diakibatkan oleh virus berbahaya ini.  “Dalam kaitannya dengan penyebaran HIV&AIDS, pengetahuan dasar mengenai kesehatan reproduksi merupakan awal dari program pencegahan penyebaran HIV&AIDS” ungkap Verasea Manurung, fasilitator dan pembicara dalam Pelatihan ini. Tujuan dari diadakannya Pelatihan relawan ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai bahaya dan dampak yang bisa ditimbulkan oleh kurangnya tentang kesehatan reproduksi pada pria maupun wanita. Diharapkan, remaja menjadi lebih waspada terhadap pola-pola hidup yang beresiko terhadap penularan HIV&AIDS.

Peserta pelatihan tidak hanya diberikan penjelasan, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi dan menyakan pertanyaan-pertanyan yang berhubungan dengan materi kegiatan. Selain siswa SMK Wira Harapan, juga hadir 2 orang guru yang menjadi pendamping. Antusiasme dan keingintahuan yang besar dari generasi muda kiranya menjadi salah satu cara dalam proses penanggulanagan penyebaran virus HIV&AIDS dimasa yang akan datang.

Category: Activities, News

Leave Comment