Main Menu

Archives

Click for Denpasar, Indonesia Forecast

« PELATIHAN PENGUATAN LEMBAGA BERSAMA JARINGAN KERJA LEMBAGA PELAYANAN KRISTEN (JK-LPK) | Main | PASTORAL KONSELING ‘TRAINING ON TRAINERS’ JARINGAN KERJA-LEMBAGA PELAYANAN KRISTEN (JK-LPK) »

PERTEMUAN TENGAH TAHUN 2009 - KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) dan KELOMPOK PEREMPUAN MANDIRI (KPM)

By admin | July 1, 2009


MBM Hall, 30 Juni – 1 Juli 2009

Dalam usaha meningkatkan kapasitas dan produktivitas kelompok binaan, Yayasan Maha Bhoga Marga (YMBM) setiap tahunnya mengadakan Pertemuan rutin bagi kelompok-kelompok dampingan, baik itu Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) maupun Kelompok Perempuan Mandiri (KPM).

 

Kelompok-kelompok masyarakat yang dibentuk di bawah binaan Divisi Ekonomi dan Pembangunan Masyarakat ini diundang untuk mengirimkan perwakilannya agar bisa berbagi pengalaman dengan kelompok lainnya baik itu dalam sisi pengembangan usaha maupun dalam dalam pemasaran mengenai usaha yang sudah dilakukan. “Tujuan dari pertemuan hari ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi setiap perwakilan kelompok untuk berbagi pengalaman mengenai usaha antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, dan diharapkan dengan keberhasilan satu kelompok bisa memacu kelompok lainnya untuk lebih giat lagi dalam berusaha” demikian tutur Ketut Sumiasa, salah satu koordinator dari Kelompok Swadaya Masyarakat. Saat ini, kembali beliau menambahkan, Yayasan Maha Bhoga Marga memiliki 124 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan masing-masing kelompok beranggotakan 10-15 orang. “Yang hadir saat ini hanyalah pengurus dan perwakilan dari masing-masing kelompok. Sekembalinya di kelompok, diharapkan setiap pengurus bisa menyampaikan informasi yang mereka dapatkan kepada anggota kelompok lainnya” papar pria yang sudah mengabdi di Yayasan sejak 1990. Salah satu koordinator kelompok lainnya, yaitu Sri Wahyuliyanti menambahkan, dalam pertemuan enam (6) bulanan ini, diadakan juga evaluasi dan perencanaan program untuk 6 bulan berikutnya. “Tujuan lain dari pertemuan rutin ini adalah untuk mengevaluasi apa yang telah dilakukan oleh kelompok dampingan selama enam (6) bulan yang telah berjalan, dan membuat rencana kerja untuk enam (6) bulan berikutnya”, demikian menurut ibu 38 tahun ini. Ketika ditanya mengenai usaha yang dilakukan oleh setiap kelompok, Sri menambahkan bahwa rata-rata usaha yang digeluti adalah usaha perdagangan dan peternakan babi. Berbeda dengan Kelompok Peternak Sapi (KPS) yang juga merupakan program Yayasan MBM untuk tahun 2009, kelompok peternak babi ini kebanyakan adalah ibu-ibu rumah tangga, sedangkan untuk usaha perdagangan lebih banyak beranggotakan pria. Ibu-ibu rumah tangga yang ingin menggeluti usaha perdagangan, termasuk dalam Kelompok Perempuan Mandiri (KPM), demikian imbuhnya bersemangat.

 

Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung selama 2 hari ini ini dibuka dengan refleksi singkat yang dipimpin oleh Direktur Yayasan MBM, Pdt.Nengah Suama. Dalam renungannya beliau mengatakan bahwa Yayasan MBM terpanggil untuk mewujudkan pelayanan  yang member kesetaraan dan kesejahteraan. “Diharapkan dengan kehadiran Yayasan MBM ditengah masyarakat, kesetaraan dan kesejahteraan masyarakat bisa dicapai” tambahnya.

Pada pertemuan kedua yang hadir adalah, kali ini yang hadir adalah Kelompok Perempuan Mandiri (KPM). KPM adalah kelompok perempuan yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga yang ingin mendapat dampingan dari Yayasan MBM, baik itu dukungan berupa penyuluhan kesehatan, pemberdayaan ekonomi maupun penanggulangan isu-isu yang berkaitan dengan kesetaraan gender. Jumlah anggota yang hadir pada pertemuan kedua ini sebanyak 30 orang, dan kebanyakan dari mereka sudah mendapat dampingan dari Yayasan MBM selama lebih dari 5 tahun.

Agenda hari kedua ini lebih banyak menekankan pada evaluasi mengenai apa yang telah dikerjakan oleh kelompok selama enam bulan. Tidak hanya itu, pada kesempatan ini juga diberikan penyuluhan mengenai kesehatan yang disampaikan oleh dr.Luh Debora Murthy, Sekretaris Yayasan Maha Bhoga Marga yang mengabdikan dirinya dalam pelayanan kesehatan masyarakat sejak tahun 1998. Topik yang disampaikan oleh beliau adalah mengenai isu-isu kesehatan terbaru yaitu Flu Babi atau yang juga dikenal dengan Swine Flu. Dalam ceramah kesehatannnya beliau mengatakan bahwa saat ini wabah flu babi sudah menjadi isu global, dan sudah menyerang hampir semua Negara. Dan yang harus membuat kita lebih waspada, karena wabah flu babi saat ini sudah menyerang Bali. Satu-satunya hal yang bisa kita lakukan mencegah terkena penyakit ini adalah meningkatkan gaya hidup sehat dan meninggalkan gaya hidup yang menyebabkan kita rentan terkena penyakit tersebut. “Terkadang kita lupa bahwa perilaku kitalah yang sebenarnya membuat kita rentan terjangkit penyakit. Jika kita membiasakan diri dengan hal yang sederhana, seperti mencuci tangan sebelum makan, istirahat yang cukup dan berolahraga, niscaya kita lebih tahan terhadap virus maupun bakteri yang menyerang tubuh kita” demikian papar dokter dan juga ibu satu anak ini.

Pada sesi selanjutnya, Drs.Gede Mustika juga ambil bagian dalam pertemuan ini. Kali ini, masalah yang diangkat oleh Kepala Divisi Ekonomi dan Pembangunan Masyarakat ini adalah Pemanasan Global (Global Warming). Beliau mengatakan, bahwa saat ini kondisi bumi mengalami peningkatan temperatur dalam 100 tahun belakangan. Hal ini bukannya tanpa alasan, dan jika diteliti secara ilmiah – semuanya itu dikarenakan oleh ulah manusia. “Semakin menebalnya lapisan selimut bumi, yang menyebabkan terhambatnya pantulan panas keluar angkasa, sebagian besar dikarenakan produksi Gas karbondioksida yang berlebihan. Disisi yang lain, hutan yang seharusnya bisa menyerap Gas Karbon ini, terus digunduli,” demikian paparnya bersemangat. Dan unutuk mengurangi dampak dari pemanasan global ini, beliau mengatakan bahwa ini adalah saat yang tepat bagi kita untuk kembali ke alam. Menggunakan pupuk organik dan menghindari penggunaaan pestisida yang berlebihan adalah salah satu solusi menyelamatkan bumi. Selain isu pemanasan global, beliau banyak menjelaskan mengenai cara-cara sederhana pengolahan sampah organik dan pembuatan kompos.

Pada sesi terakhir pertemuan Kelompok Perempuan Mandiri ini, Made Effraim Arifin, yang juga sebagai coordinator dan Pembina kelompok menjelaskan sistem baru pinjaman dan perangkat administrasi yang sudah diperbaharui. “Dengan diberlakukannya perangkat administrasi yang baru ini, sangat diharapkan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kelompok bisa sama dengan apa yang tercatat di Yayasan MBM”, demikian ungkapnya.

Pada kesempatan kali ini, beberapa kelompok juga memamerkan hasil kerajinan sebagai hasil dari usaha mereka selama ini, diantaranya hasil rajutan berupa baju dan syal, serta aneka kudapan seperti kripik dan kacang-kacangan. Sesama kelompok saling berbagi pengalaman mengenai kiat bisnis masing-masing, sambil berharap kiat bisnis dari kelompok lain bisa diterapkan pada bisnis mereka.

Topics: Activities, News |

Comments