APAKAH AKU KENA HIV?

Jan 7th, 2010 by mbm001

Pagi itu, sekitar jam 9 pagi, seorang laki-laki berumur 30 an, panggil saja Agus, datang ke Rumah Sehat MBM untuk berobat. Agus mengeluh menderita sariawan, yang sudah dideritanya selama seminggu terakhir. Matanya merah karena kurang tidur, gelisah dan tampak cemas. Dengan suara rendah dia bertanya pada dr. Sonya yang hari itu bertugas, apakah penyakit sariawan yang dialaminya merupakan tanda-tanda seorang yang menderita AIDS?

 Dr. Sonya terdiam mendengar pertanyaan Agus. Ternyata sejak seminggu terakhir Agus merasa ketakutan telah terinfeksi HIV. Informasi HIV diperolehnya dari salah seorang relawan yang memintanya mengisi kuisioner dan brosur pada peringatan Hari AIDS Sedunia 2009. Sebelumnya informasi HIV sering didengarnya dari TV, tapi ketika informasi tersebut disampaikan langsung oleh seorang relawan, dia baru paham bahwa perilakunya selama ini sangat beresiko tertular HIV.

 Agus menuturkan bahwa hampir setiap bulan setelah menerima gaji, dia mengunjungi kawasan Bung Tomo untuk menghibur diri. Tidak terhitung sudah berapa pekerja seks yang telah dia kencani selama 3 tahun belakangan ini. Tidak pernah sekalipun dia memakai kondom saat berkencan dengan mereka.

 Per September  Tahun 2008 Dinas Kesehatan Propinsi Bali melaporkan Orang dengan HIV dan AIDS di Bali berjumlah 2323 orang yang terdiri dari 1685 laki-laki dan 638 perempuan. 54 orang dari mereka saat ini telah meninggal dunia. 61% tertular HIV melalui hubungan seksual dan 28% adalah IDU. 35 orang (1%) dari mereka adalah bayi yang tertular dari ibunya. 

Ditenggarai kebanyakan laki-laki yang tertular HIV mendapat virus ini melalui hubungan seksual yang beresiko. Survey yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Propinsi Bali  mengatakan bahwa pelanggan pekerja seks di Bali tahun 2008 cukup tinggi, yakni sebanyak 85.000 laki-laki selama setahun. Sementara jumlah pekerja seks baik langsung maupun tak langsung yang terdata sebanyak 8.800 perempuan. Para pekerja seks  ini mengatakan bahwa 80% pelanggan tidak bersedia untuk memakai kondom padahal 30% dari pekerja seks di Bali disinyalir telah terinfeksi HIV.

 Jika saja tiap malam para pekerja seks tersebut berkencan dengan seorang pelanggan dan dalam setahun tiap orang bekerja selama 250 hari, dengan kemungkinan tertular melalui hubungan seks sebesar 1%, maka dalam setahun ada 5280 laki-laki akan tertular HIV.

 Agus mengatakan ada banyak temannya yang mempunyai perilaku yang sama dengan dirinya, suka berkencan dengan pekerja seks tanpa kondom. Mereka belum memahami tentang besarnya resiko tertular HIV yang disebabkan oleh perilaku seksual mereka yang tidak aman tersebut.

Informasi tentang HIV secara langsung baru pertama kali diterimanya saat HAS 2009 dan peristiwa tersebut menyebabkannya ingin mengetahui apakah dirinya telah terinfeksi HIV. Agus belum berani menyampaikan informasi ini kepada teman-temannya karena takut dicap sebagai pengidap HIV atau sok suci. Dia berharap ada relawan-relawan lain yang akan menyampaikan informasi ini untuk teman-temannya.

Setiap orang yang tidak tahu tentang HIV adalah orang yang paling beresiko terhadap HIV. MARI KITA TEPATI JANJI - STOP HIV. Sampaikanlah informasi yang benar tentang HIV kepada setiap orang agar mereka tahu cara mencegah dan segera VCT & test HIV bila berperilaku beresiko terhadap penularan HIV.

Oleh: dr.Luh Debora Murthy

Category: Articles

Leave Comment