Ni Kadek Ariati: Bersama Membangun Masa Depan

May 26th, 2010 by mbm001


Program KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) merupakan salah satu program pengembangan ekonomi masyarakat yang dilaksanakan secara berkelompok dan diupayakan dapat mendukung terciptanya penguatan ekonomi di masyarakat. Melalui kegiatan berkelompok diharapkan dapat memperkuat budaya kerjasama, meningkatkan kapasitas, mendorong dan membangun usaha produktif untuk meningkatkan taraf hidup anggota dan keluarga.

Saat ini Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM) telah mendampingi  128 kelompok, dengan jumlah anggota sebanyak 1.958 orang. Sebagian besar kelompok berada di daerah pelayanan Bali barat, oleh karena itu untuk ke depannya pelayanan lebih diarahkan ke daerah Bali Utara dan Bali Timur.

Salah satu kelompok di Bali Timur, adalah Kelompok ”Unit Usaha Produktif”. Kelompok ini  berada di Dusun Semseman, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, terletak di sebuah perbukitan di kawasan timur laut pulau Bali. Wilayah ini mudah dijangkau dari kota Klungkung kurang lebih 20 kilometer ke arah utara. Mata pencaharian masyarakat umumnya  bertani, berdagang dan beternak.

 

Dibentuk pada awal tahun 2007, kelompok ini beranggotakan 20 orang yang keseluruhannya adalah perempuan, diketuai oleh ibu Ni Kadek Ariati (35 th). Disamping menekuni usaha simpan pinjam, kelompok  juga mengembangkan usaha bersama, pembuatan  Virgin Coconut Oil (VCO). Pengelolaan minyak VCO ini dipusatkan di rumah salah satu anggota kelompok,  Ibu I Nyoman Marta.  Dengan modal awal kelompok sebesar Rp. 500.000,-.  kelompok melakukan kegiatan  simpan pinjam. Seiring berjalannya waktu modal kelompokpun terus berkembang. Dari usaha VCO kelompok mendapat keuntungan rata-rata Rp. 200.000,- per bulan. Modal yang dimiliki kelompok sampai saat ini sebesar Rp. 30.000.000,-.

 

Disamping sebagai pengurus kelompok  ( Ketua ) Ibu Ni Kadek Ariati yang bersuamikan Bapak I Wayan Pasek juga memiliki usaha warung untuk mendukung usaha keluarga mereka. Warung ini didirikan pada tahun 2002. Suaminya bekerja sebagai petani dan peternak. Ia memiliki dua ekor sapi dan satu ekor babi. Ibu Kadek yang  memiliki dua orang anak (10 th & 4 th) ini adalah seorang yang ulet, tekun dan selalu ingin maju. Mereka selalu mencari terobosan baru untuk mengembangkan usahanya. Suatu kali Ia mendapat informasi tentang pelayanan MBM dari salah satu temannya. Dengan informasi itu ia dan kelompoknya tertarik untuk menjalin kerjasama dengan MBM. Kemudian mereka meminta MBM hadir untuk memberikan informasi tentang kemungkinan kerjasama yang bisa dilakukan. Menanggapi hal tersebut MBM membuka diri untuk mendampingi, dalam pertemuan awal dalam bentuk penyamaan persepsi. Setelah pertemuan tersebut mereka menyatakan  sangat tertarik untuk bekerjasama dengan MBM lewat kelompok. Pada bulan Nopember 2008, kelompok mengajukan permohonan modal untuk pengembangan usaha. Dengan pertimbangan kelayakan usaha pada bulan dan tahun yang sama juga MBM merealisasikan dana dampingan usaha sebesar. Rp. 20.000.000,- lewat kelompok. Dengan tambahan modal ini Ibu Ni Kadek Ariati mengembangkan usahanya. Keuntungan bersih yang didapat dari usaha warungnya sebulan rata-rata Rp. 300.000,- . Melalui beberapa kali  pelatihan dan pertemuan yang dilakukan oleh MBM, Ibu Kadek Juga merasakan mendapat beberapa manfaat  seperti  menambahnya wawasan dan pengetahuan tentang beberapa hal seperti mengenai Pemanasan Global, beberapa isu penyakit yang sedang merebak dan  pengelolaan kelompok seperti penanganan administrasi kelompok dan dinamika kelompok.

 

Kendala yang masih dihadapi oleh kelompok sampai saat ini adalah pemasaran VCO yang mereka produksi, yang  masih sangat terbatas untuk beberapa SPA dan perseorangan. Upaya-upaya yang telah dan sedang dilakukan adalah penjajagan ke beberapa SPA yang ada di Denpasar.

Category: Articles

Leave Comment