Pendidikan Kesehatan Masyarakat & Advokasi

SapiI. Unit Pendidikan Kesehatan Masyarakat dan Advokasi

Tujuan :
(1) Meningkatnya pengetahuan kesehatan masyarakat,
(2) Adanya penguatan masyarakat sipil

Kegiatan yang dilakukan adalah:

1. Pelatihan Relawan Kesehatan

Melalui kegiatan ini diharapkan dampingan tahu dan mampu menjadi motivator kesehatan khususnya HIV & AIDS di kelompoknya. Relawan baru yang telah dilatih dalam tahun 2009 : 56 orang, yang terdiri dari 22 orang, laki-laki dan 34 orang perempuan. Relawan telah memberikan informasi tentang HIV kepada 3.353 orang di Badung, Denpasar, Gianyar, Tabanan, Bali Barat, Bangli.

2. Pelatihan Kader Kesehatan Desa

Dalam tahun 2009, Pelatihan Kader Kesehatan Desa merupakan pelatihan periode pertama yang diselenggarakan oleh Yayasan Maha Bhoga Marga (YMBM).
Terdapat 3 Banjar yang menjadi sasaran yaitu Banjar Mukus, Banjar Puseh dan Banjar Pengotan. Peserta pelatihan dihadiri oleh 25 orang peserta (24 laki-laki dan 1 perempuan)
Melalui pelatihan ini diharapkan peserta berperan aktif dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya dalam upaya mencapai derajat kesehatan yang optimal, dan ikut membina masyarakat dalam bidang kesehatan melalui berbagai kegiatan.

3. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

Bertujuan untuk memberikan informasi kesehatan khususnya kesehatan repro¬duksi, HIV & AIDS, sanitasi dan nutrisi sesuai dengan kebutuhan dampingan.
Frekuensi penyuluhan tahun 2009: 33 pertemuan. Dengan topik bahasan KESPRO, HIV & AIDS, serta topik kesehatan umum.
Jumlah yang dilayani: 1.450 orang, 487 orang laki-laki dan 968 orang perempuan.

4. Layanan Voluntary Counseling & Testing (VCT)

Tujuan:
(1) Menyadarkan masyarakat akan perilaku yang beresiko terhadap HIV se¬hingga tahu mengupayakan pencegahan dan penanggulangan terhadap HIV dan
(2) Menemukan sedini mungkin status HIV klien.
Jumlah yang dilayani VCT dalam tahun 2009: 43 orang, 21 orang Laki-laki dan 22 orang perempuan
Jumlah klien dengan hasil test reaktif 12 orang, 8 orang laki-laki dan 4 orang pe¬rempuan.

5. Layanan Care, Support and Treament (CST)

Dukungan sosial, ekonomi dan psikologis kelom¬pok masyarakat marginal seperti keluarga miskin, ODHA dan orang cacat
Tujuan :
(1) meningkatkan kualitas hidup dampingan
(2) dampingan mampu hidup mandiri dan
(3) mengurangi stigma dan diskriminasi terutama terhadap ODHA
Kegiatan yang dilakukan meliputi:
a. Pelatihan ketrampilan – tahun 2009 telah memberi pelatihan seperti:
• Pelatihan menjahit untuk 11 orang cacat di Bangli dan Tampaksiring
• Pelatihan menjahit kelas dasar untuk 9 orang transgender
• Pelatihan Membuat Kue untuk keluarga ODHA dan Kurang mampu, sebanyak 3 kali pelatihan dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang
• Pelatihan Menjahit untuk Keluarga kurang mampu di Bongan, dengan jumlah peserta sebanyak 27 orang
b. Dukungan Modal Usaha
Dalam tahun 2009 modal usaha diberikan kepada dua (2) ODHA, untuk memulai usaha dagang
c. Konseling perseorangan – ada 7 ODHA yang mendapatkan layanan MBM secara intensif dalam tahun 2009
• Menguatkan Odha yang dikucilkan oleh keluarga
• Memantau ketaatan dan efek samping pengobatan ODHA yang dalam therapi ARV.
• Mendorong ODHA untuk membuka status HIV nya kepada pasangan hidupnya (pacar/suami/istri)
d. Konseling berkelompok untuk saling menguatkan.
Ada 12 ODHA, (empat laki-laki dan delapan perempuan) yang membentuk kelompok diskusi secara rutin setiap bulan. Mereka menamakan kelompoknya dengan nama KDS Pelangi.
e. Dukungan perawatan dan kunjungan rumah sakit untuk ODHA yang sakit parah, diberikan kepada 4 orang ODHA. Dari ke empat ODHA tersebut, 2 orang meninggal dunia (1 laki-laki dan 1 perempuan) dan pendampingan ke rumah sakit sebanyak 39 kali
f. Kunjungan Rumah (Home Care).
Dalam tahun 2009 telah dilakukan 10 kali kunjungan rumah

6. Pendampingan untuk Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga

Selama tahun 2009 yang dilayani adalah:
• Mendampingi Ibu dan Anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, dimana si ibu mengalami kekerasan fisik dari suami ke duanya dan si anak mendapat kekerasan seksual (pelecehan seksual dari ayah tirinya)
• Pendampingan konseling diberikan kepada seorang perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan

7. Pendampingan Masyarakat sipil dalam Perencanaan Pembangunan Partisipatif

Mulai bulan April 2009, MBM memberikan pendampingan kepada dua (2) desa yaitu Desa Manistutu dan Desa Melaya, yang kemudian rencananya pendampingan ini akan diperluas di desa-desa yang lain yang ada di kabupaten Jembrana.